Penulis : Redaksi

Tepat  pada hari ke – 15 setelah tahun baru Imlek, Cap Go Meh dirayakan. Istilah “Cap Go Meh” sendiri memiliki arti “malam kelima belas”, yang secara simbolis menandai malam terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek. Perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi momen untuk bersenang-senang, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam. Perayaan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Tionghoa untuk mempererat tali silaturahmi, melestarikan warisan budaya leluhur, dan merayakan kebersamaan. Setiap daerah memiliki tradisi perayaan Cap Go Meh yang berbeda-beda.

Beberapa tradisi yang umum ditemui antara lain menyantap mie khas Cap Go Meh, menyalakan lampion, dan menyaksikan atraksi barongsai, karnaval para dewa,sampai pesta kembang api. Perayaan Cap Go Meh menjadi momen untuk merefleksikan nilai-nilai luhur dan memperkuat identitas budaya. Dengan demikian, perayaan ini dapat memperkuat kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya Tionghoa.

Karnaval Para Dewa’

Salah satu yang paling menarik dan ditunggu tunggu oleh masyarakat Tionghoa pada umumnya adalah, perakakan yang diiringi atraksi barongsai. Atraksi ini menampilkan orang-orang yang diyakini masyarakat Tionghoa telah dirasuki oleh para dewa dewa. Bahkan, menurut salah satu panitia yang mengiringi perarakan ini, mengungkapkan tahun ini paling banyak para dewa yang hadir.  “Sekitar 20 an ada bang, Ada Dewa Sun-Go Kong, Dewa Kebajikan dan Kebahagiaan,Dewa Mabuk,dan Dewa lainnya. Selain hadir mereka juga diyakini masyarakat Tionghoa pada umumnya, dapat memberikan solusi  atas persoalan seperti soal rezeki, ada juga yang meminta mengobati penyakit anaknya,bahkan banyak masyarakat yang sengaja menanti kan dewa tersebut menghampiri mereka sampai kerumah, Tapi ya jodoh jodoh an juga, artinya kalau memang waktunya ketemu, pasti dikunjungi sekaligus diberikan solusi atas persoalan sesuai kebutuhan mereka”. ungkap salah satu panitia yang enggan disebut kan identitasnya saat diwawancarai.

Sun Go Kong, salah satu entitas Dewa yang diyakini masyarakat Tionghoa hadir mengunjungi dan berinteraksi dengan masyarakat.
Sun Go Kong, salah satu entitas Dewa yang diyakini masyarakat Tionghoa hadir mengunjungi dan berinteraksi dengan masyarakat.

Kehadiran entitas para dewa hadir melalui perantara tubuh orang-orang yang sudah dipersiapkan dengan upacara do’a maupun ritual sesuai warisan para leluhur. Selain menghibur, perarakan yang diiringi barongsai serta pesta kembang api ini tampak seperti ‘Karnaval Para Dewa’ yang mengunjungi sekaligus berinteraksi  masyarakat khusus nya yang beretnis Tionghoa dan memiliki tempat doa beserta dupa dirumah nya masing-masing, kemudian memberikan solusi terhadap persoalan hidup mereka.