Penulis : Redaksi

Hakim Ketua, Hj. Eryani Kurnia Puspitasari SH MH pun terkejut. “Berarti kerugian saksi tidak ada lagi? Sudah berdamai kenapa ini bisa sampai ke meja persidangan? Ini kan utang piutang mestinya perdata, kenapa dibawa ke ranah pidana?” tanya Hakim Eryani.

Seperti diketahui, sidang ini mendakwa Arwin Parulian Saragih duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Sengeti. Dia didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muarojambi Eldi Faizetra pasal 372 KUHP sebagaimana dakwaan primer dan 378 KUHP dalam dakwaan subsider.

Tidak itu saja. Dalam persidangan terungkap bahwa proses Restoratif Justice (RJ) sempat hampir digelar pada 25 November 2024 di Balai Adat. Namun belakangan RJ batal dilaksanakan.

Usai persidangan, kuasa hukum terdakwa yakni Sabarman Saragih SH mengaku puas atas kesaksian Alfia sesuai BAP. “Sudah terungkap bahwa utang piutang sudah lunas dan kedua belah pihak sudah berdamai,” katanya kepada awak media pada Selasa, 7 Januari 2025.

Ia berharap belajar dari kasus ini agar para penegak hukum lebih cermat dalam kasus pidana. “Jangan utang piutang justru ditarik ke ranah pidana. Kasihan kan. Utang piutang sudah lunas tetapi terdakwa masih dipidana. Tapi saya yakin, hakim akan memberikan putusan yang seadil-adilnya,” ujarnya.