“Mudah-mudahan 2026 dianggarkan. Kita juga akan cek kalau ada dana pemeliharaan tahun ini bisa digunakan,” ujarnya.
Ari satu warga RT 17 yang terdampak banjir mengeluhkan kondisi yang menimpa warga perumahannya.
Menurutnya, ada pembangunan perumahan dan drainase yang kecil. Saat ini jika hujan setengah jam saja kawasan rumah kami terendam.
“Kami minta agar aspirasi warga bisa cepat realisasikan, agar semua warga menjadi nyaman,” ujarnya.
Rendra warga lainnya yang terdampak banjir mengatakan hal yang sama. Ia korban langsung terdampak banjir. Selama 8 tahun ini belum pernah rumah saya terendam air.
“Sejak ada pembangunan perumahan, jika hujan sekarang rumah kami terendam banjir. Kami sudah minta pihak developer untuk memperbaiki drainase yang kecil. Tapi tidak ada tanggapan,” ujarnya.
“Kami juga minta difasilitasi kepada pihak developer untuk berkomunikasi mengatasi masalah banjir yang disebabkan adanya pembangunan perumahan baru,” sambungnya.
Menjawab keluhan dari warga tersebut, KFA mengatakan, dalam melakukan pembangunan ini ada prosesnya.

