Hal ini di perkeruh lagi oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, dalam Pidatonya pada Pembukaan Rakor Evaluasi Kebijakan Pendidikan mengusulkan kepada Mendikdasmen adanya Mata Pelajaran Coding di tingkat SD dan SMP. Rasanya sangat ambigu, dengan data yang menyebutkan kualitas Guru di Indonesia yang masih Gagap Teknologi (Gaptek).
Dalam hal ini, Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai Agent Of Control, tapi juga sebagai Agent Of Actuation Dan Agent Of Formulation dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas ini, sesuai dengan Amanat Pendiri Bangsa dan UUD 1945, yang berbunyi “Untuk Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Dan Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia”.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pidatonya pada Hari Guru Nasional ke 30 pada tanggal 25 November 2024 juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Kabinet merah putih menjadikan Pendidikan sebagai Fokus Utama dengan APBN Prioritas no 1 pada bidang Pendidikan, sebanyak Rp 81,6 Triliun.
Karena pemerintah memiliki visi menghilangkan kemiskinan melalui Pendidikan. Bahkan, Guru ASN mendapatkan kesejahteraan sebesar gaji pokok dan Guru non ASN nilai tunjangan Profesinya akan di tingkatkan menjadi 2 Juta. Melalui Detik.com juga menginformasikan bahwa pada tahun 2025, Anggaran pendidikan baik Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebesar Rp 724,3 Triliun.

