Penulis : Redaksi

 

Tidak hanya sumber daya alam yang di eksploitasi sumber daya manusianya juga ikut ter ekploitasi hal ini di sebabkan buruknya sistem pendidikan di pedesaan kembali merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2023 persentase tingkat penyelesaian pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) desa hanya mencapai nilai 56,38% jika di ibaratkan dari 1000 populasi di desa hanya 563 orang saja yang berhasil lulus dari SMA sangat dengan masyarakat perkotaan yang mencapai 80%an lebih, jika berbicara lebih jauh lagi hanya ada dari tahun 2009 hanya 6,68% masyarakat desa yang lulus perguruan tinggi di seluruh indosesia artinya hanya ada 18 juta masyarakat desa yang lulus perguruan tinggi di indonesia yang mencapai 270 juta masyarakat. Hal ini tentu menyebabkan tingkat kritisme masyarakat desa sangat kecil dan cenderung mudah untuk di kelabui.

Hal yang tak kalah mencengangkan dari pendidikan di pedesaan tidak hanya dari masyarakatnya yang minim tingkat literasinya, tapi kualitas dari tenaga pendidik juga sangat mengkhawatirkan, hal ini di sebabkan karena minimnya akses ke sekolah di pedesaan di tambah gaji dari guru honor di desa yang sangat – sangat menyedihkan di laporkan gaji guru di desa hanya 300 rb perbulan dan bahkan ada yang kurang dari 300 ribu dan di bayarkan 3 bulan sekali. Padahal jumlah guru di indonesia cukup banyak tetapi hanya tersentral di daerah perkotaan saja.