Salah seorang anak yang ikut dalam kegiatan ini mengungkapkan kegembiraannya. “Saya senang sekali ada kapal yang membawa buku-buku. Saya jadi bisa belajar banyak hal baru. Kakak-kakak polisi juga baik sekali, mereka ajak kami bermain sambil belajar,” tuturnya dengan senyum ceria.
Dampak Sosial dan Harapan Masyarakat
Tidak hanya anak-anak, masyarakat pesisir juga merasakan manfaat dari kehadiran Kapal Perpustakaan Terapung. Dalam setiap kunjungan, anggota Polairud mendengarkan keluhan dan kebutuhan warga, menciptakan hubungan yang lebih erat antara aparat keamanan dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Polairud untuk menjadi lebih dekat dengan masyarakat melalui pengabdian nyata.
“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap pendidikan anak-anak kami,” kata salah satu warga pesisir Sungai Batanghari. Ia berharap program ini terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak desa terpencil di masa mendatang.
Lebih jauh, program ini juga menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk menciptakan program serupa. Menyadari bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, inisiatif seperti Kapal Perpustakaan Terapung dapat menjadi contoh baik bagi pemerintah daerah maupun organisasi lain untuk memperluas akses pendidikan di daerah terpencil.

