Di sinilah peran Kapal Perpustakaan Terapung menjadi signifikan. Dengan menggunakan kapal patroli yang telah dimodifikasi menjadi ruang perpustakaan mini, Ditpolairud Polda Jambi membawa buku-buku bacaan langsung ke komunitas-komunitas terpencil. Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan.
Menginspirasi Generasi Muda di Era Digital
Salah satu tantangan utama di era modern ini adalah menanamkan minat baca di tengah gempuran teknologi digital. Anak-anak cenderung lebih tertarik pada permainan video, media sosial, atau tontonan daring, dibandingkan membaca buku fisik. Melalui Kapal Perpustakaan Terapung, Ditpolairud ingin mengubah paradigma tersebut.
“Selain dapat membaca buku-buku yang kami sediakan, anak-anak juga bisa berwisata menyusuri Sungai Batanghari,” jelas Kombes Agus Tri Waluyo. Dengan pendekatan ini, membaca tidak lagi terasa membosankan, tetapi menjadi kegiatan yang menyenangkan. Wisata edukasi ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak, memperkuat rasa cinta mereka pada literasi, dan menumbuhkan keingintahuan akan dunia yang lebih luas.

