Penulis : Redaksi

Erfan juga menyerukan kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus ini dan menangkap pelaku. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas agar kasus serupa tidak terus berulang. “Jurnalis di Jambi sudah cukup sering menghadapi tekanan dalam menjalankan tugas mereka. Saatnya tindakan tegas diambil agar keselamatan mereka benar-benar terlindungi,” tambahnya.

Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis: Meningkat dari Tahun ke Tahun

Data dari AWaSI Jambi menunjukkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis di provinsi ini meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023, tercatat lebih dari 10 kasus kekerasan terhadap jurnalis, termasuk intimidasi, ancaman, hingga serangan fisik. Tahun ini, jumlah kasus sudah mencapai 15, dengan mayoritas korban adalah jurnalis investigatif yang meliput isu-isu sensitif seperti konflik lahan, korupsi, dan lingkungan.

“Para jurnalis di Jambi sering menjadi sasaran intimidasi dan ancaman ketika memberitakan kasus-kasus yang melibatkan kepentingan besar. Ini menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan terhadap wartawan di daerah ini,” ungkap Erfan. Ia menambahkan bahwa AWaSI akan terus mendampingi para jurnalis yang menjadi korban kekerasan dan memberikan pendampingan hukum untuk memastikan pelaku kekerasan diproses secara adil.