Berdasarkan pantauan tim awak media di kawasan candi yang sedang digarap oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) tersebut, terdapat beberapa hal menohok. Salah satunya akses jalan sekitar candi yang dulunya itu jalan cor beton, kini dibongkar oleh pihak pelaksana kegiatan.
Akses jalan di sekitaran areal candi tersebut diganti dengan menggunakan turfave berisi kerikil, hal ini pun bikin masyarakat sekitar tidak bisa lagi melintasi jalan dengan membawa kendaraan dengan bobot berat.
Hal ini pun menuai keluhan, sebab akses jalan di sejumlah titik areal sekitar candi tersebut sedari dulunya juga dipergunakan masyarakat sekitar sebagai akses menuju kebun atau sawah. Sekaligus akses untuk mengangkut hasil panen masyarakat.
“Inikan bingung kita jadinya. Jalan-jalan ini dulunya hibah dari warga kami, di cor lah dulu dengan dana Pokir dari anggota Dewan yang dari sini. Ini sekarang udah diganti turpave gabisa lagi kita ngangkut hasil panen,” “Mereka bongkar-bongkar jalan kita mau ke kebun. Tapi ga ada jalan alternatif yang dikasih sama kita. Kan bingung,” ujarnya.

