Penulis : Redaksi

Komunitas Seabloga Bersama Rumah Zakat Medan Laksanakan Seabolga Goes to School di MIN 12 Tembung

Workshop ini membahas tentang penanganan perubahan iklim, pengelolaan dan pemilahan sampah, serta cara-cara efektif untuk berperan aktif dalam mengatasi perubahan iklim. Selain itu, juga membahas mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik, limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta mengedukasi siswa-siswi bahwa sampah harus dipilih dan dipilah karena jika tidak dilakukan, akan menimbulkan dampak negatif.

 

Dalam workshop ini, siswa-siswi membawa tiga jenis sampah yang ditemukan di rumah mereka ke sekolah. Selama kegiatan, mereka akan mengidentifikasi jenis sampah yang dibawa, termasuk klasifikasinya, lama terurai, dampaknya terhadap lingkungan, dan cara pengolahannya. Selain itu, siswa-siswi akan belajar memilah sampah menggunakan kartu pilah sederhana, yang mencakup sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan kulit buah, sampah anorganik seperti plastik, logam, dan kaca, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti baterai dan lampu.

 

Yuli Efriani, pendiri komunitas Seabolga dan sekaligus pemateri, mengatakan bahwa antusiasme siswa-siswi sangat tinggi. Mereka aktif berdiskusi, berpartisipasi dalam sesi tanya jawab, dan sangat bersemangat untuk memilah sampah serta membawa sampah dari rumah. Yuli juga mengatakan bahwa perubahan yang terlihat setelah pelaksanaan SGTS di MIN 12 Tembung adalah adanya pengadaan tempat sampah di sekolah tersebut. “Kami berharap bisa rutin ke sana untuk mendampingi adik-adik melanjutkan target untuk menjadi sekolah hijau,” harapnya.