Penulis : Redaksi

RSD juga mengungkap bahwa sesampainya mereka di pondok pesantren Alhidayah, kolektor dari Maybank Finance dan pihak eksternal berusaha melihat kondisi fisik mobilnya dan mengecek secara keseluruhan.

“Pasca dicek saya diberikan selembar surat cheklis yang dikatakan bahwa kondisi mobil lengkap dan sesuai sehingga saya disuruh menandatangi surat yang saya tidak ketahui isinya, setelah itu mobil saya dibawa tes drive oleh debkolektor yang saya tidak kenal sama sekali dan saya dibawa ke kantor untuk membahas lebih lanjut,” katanya.

Sesampainya dikantor, RSD mengaku bersedia membayar tunggakan, namun dia terkejut sebab sejumlah barang – barangnya yang berada didalam mobil tidak diketahui lagi keberadaannya. RSD pun sangat menyayangkan sikap dari pihak Maybank Finance dan eksternalnya.

“Saya merasa sangat amat dirugikan karna mobil saya dirampas dan barang saya dicuri oleh sekelompok orang yang mengaku kolektor dari Maybank Finance. Saya kehilangan mobil yang masih dalam masa kredit dengan nilai kurang lebih Rp 92 juta serta masih banyak barang lainnya didalam mobil,” katanya.