Penulis : Redaksi

Jakarta — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap permintaan Presiden Prabowo Subianto agar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjajaki kerja sama usaha patungan (joint venture) dengan Saudia Airlines. Langkah ini ditujukan untuk menekan biaya penerbangan haji.

Dudy menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan pada pemanfaatan pesawat yang selama ini terbang dalam kondisi kosong pada salah satu rute.

Selama ini, pesawat Garuda yang mengangkut jemaah haji ke Arab Saudi kerap kembali ke Indonesia tanpa penumpang. Kondisi serupa juga terjadi pada pesawat Saudia Airlines yang terbang ke Indonesia dan kembali dalam keadaan kosong.

“Jadi ini ada kondisi di mana pesawat yang digunakan keduanya itu kosong pada satu rute,” ujar Dudy dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

Prabowo pun menawarkan agar kursi kosong tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan haji, tetapi juga untuk keperluan lain.

Pesawat yang kembali ke Indonesia, misalnya, dapat mengangkut wisatawan asal Arab Saudi yang ingin berkunjung ke Tanah Air, serta pekerja Indonesia di Arab Saudi yang hendak pulang. Sebaliknya, penerbangan menuju Arab Saudi bisa diisi oleh wisatawan Indonesia.

“Sekarang ini Saudi kan sudah membuka ya mungkin orang bisa wisata juga ke Saudi tanpa harus misalnya melakukan haji,” kata Dudy.

Menurutnya, pemanfaatan kapasitas kosong ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kedua maskapai sekaligus menekan biaya penerbangan haji.

“Nah itu yang didorong kemarin oleh Pak Presiden supaya harus memanfaatkan kondisi yang ada supaya bisa membantu kedua penerbangan ini menjadi lebih baik dan bisa memberikan harga yang lebih murah kepada para jemaah haji,” jelasnya.

Rencana pembentukan joint venture ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Prabowo menyebutkan bahwa rencana tersebut telah mulai dibahas dengan pihak Arab Saudi. Ia menilai kerja sama ini penting untuk meningkatkan efisiensi operasional penerbangan.

“Saya telah instruksikan untuk mendekati Saudi Air supaya Garuda dan Saudi Air bikin joint venture. Jadi selama ini pesawat Garuda berangkat bawa haji ke Tanah Suci, pulangnya kosong. Ini kan tidak ekonomis,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan kondisi serupa juga dialami maskapai Arab Saudi yang kembali tanpa penumpang setelah mengangkut jemaah ke Indonesia.

“Saya mengatakan kenapa enggak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia. Kita pesawat terbang ini ke Arab Saudi penuh, ke Indonesia penuh, harga bisa turun lagi, waktu bisa lebih singkat lagi,” lanjutnya.

Selain itu, Prabowo juga menyebut pemerintah telah mengajukan permintaan kepada Kerajaan Arab Saudi terkait pembangunan terminal khusus haji bagi Indonesia guna mempercepat proses kedatangan dan kepulangan jemaah.

“Di prinsip sudah disetujui, kami minta izin supaya Indonesia bisa punya terminal khusus haji, jadi nanti bisa lebih cepat masuk dan keluar,” ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa instruksi pembentukan kerja sama tersebut telah disampaikan sejak sekitar dua bulan lalu. Ia juga meminta Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H Kairupan, untuk segera menindaklanjuti rencana tersebut.

“Saya sudah perintahkan kurang lebih dua bulan yang lalu. Ya, ini harus kerja cepat. Pemerintah ini kerja cepat. Nanti Dirut Garuda menghadap saya. Tambah botak dia kepalanya,” tegasnya.