Jakarta — Sebuah situs bersejarah di Roma, House of the Griffins, kini untuk pertama kalinya dapat diakses oleh publik. Berkat inovasi teknologi, bangunan kuno tersebut bisa dikunjungi secara virtual melalui tur siaran langsung.
House of the Griffins pertama kali dibangun pada abad ke-20 SM di Bukit Palatine. Lokasinya berdekatan dengan Colosseum, dan dikenal sebagai salah satu rumah dari era Republik Roma.
Pada abad ke-1 M, Domitian membangun istana di atas bangunan tersebut. Proyek pembangunan itu membuat House of the Griffins terkubur dan tersembunyi di bawah tanah, sehingga akses publik ke situs ini pun ditutup selama berabad-abad.
Kini, masyarakat modern akhirnya dapat melihat kondisi asli House of the Griffins, meski tidak secara langsung. Seperti dilansir Independent, mulai 3 Maret 2026, tur virtual akan digelar setiap hari Selasa melalui siaran langsung.
Tur Langsung dengan Kuota Terbatas
Tur ini dipandu dalam bahasa Inggris dan Italia, dengan jumlah peserta dibatasi maksimal 12 orang per sesi. Pengunjung diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu serta membayar tiket tambahan di luar biaya masuk kawasan Colosseum–Palatine Hill.
Meski mengikuti tur di lokasi, pengunjung tidak benar-benar masuk ke dalam bangunan. Dari atas permukaan tanah, mereka akan menyaksikan pemandu wisata menyiarkan kondisi interior House of the Griffins secara langsung menggunakan smartphone, sembari membacakan narasi penjelasan.
Lewat siaran tersebut, pengunjung dapat melihat langsung bagian dalam rumah kuno yang selama ini penuh misteri. Bahkan, para arkeolog mengakui masih mengetahui sangat sedikit tentang keluarga yang pernah tinggal di sana.
Jejak Kemewahan Keluarga Bangsawan Roma
Meski identitas penghuninya belum diketahui secara pasti, satu hal yang dapat disimpulkan adalah status sosial mereka yang tinggi. Hal itu terlihat dari dekorasi rumah yang mencerminkan kemewahan khas hunian bangsawan di Pompeii.
Beberapa elemen dekoratif yang paling mencolok antara lain lukisan dinding bermotif marmer palsu serta mosaik lantai tiga dimensi yang masih terjaga hingga kini.
Sebagai informasi tambahan, restorasi House of the Griffins merupakan satu dari 10 proyek yang didanai oleh Uni Eropa. Proyek ini juga bertujuan untuk mendistribusikan arus wisatawan agar tidak terpusat hanya di kawasan Colosseum.

