Penulis : Redaksi

Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan stok beras nasional saat ini hampir mencapai 4,6 juta ton dan dinilai mencukupi kebutuhan hingga 10–11 bulan ke depan.

Amran menjelaskan, produksi beras nasional pada 2024 tercatat sebesar 30,62 juta ton dan meningkat menjadi 34,69 juta ton pada 2025, atau naik sekitar 4,07 juta ton. Peningkatan ini disebut bertepatan dengan momen Indonesia mencapai swasembada beras.

Adapun stok beras yang tersimpan di Perum Bulog tercatat sebesar 4.586.009 ton. Rinciannya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4.399.519 ton, sementara stok beras komersial Bulog berada di angka 23.346 ton.

Di tengah ancaman krisis pangan global, Indonesia juga menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang disebut sebagai “El Nino Godzilla”.

Merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diprediksi mulai pada April dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan akan meluas ke daerah lain, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus.

“Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10–11 bulan ke depan, di sisi lain El Nino diperkirakan 6 bulan. Jadi, insyaallah (stok) pangan kita aman,” kata Amran dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).

Ia menambahkan, realisasi pengadaan beras dari petani lokal sepanjang 2026 telah mencapai 1.638.276 ton untuk CBP dan 22.782 ton untuk beras komersial.

Amran juga memastikan bahwa pada tahun ini tidak ada impor beras konsumsi. Impor yang dilakukan hanya untuk beras khusus serta sisa impor beras industri tahun 2025 yang direalisasikan pada Januari 2026.

Sementara itu, penyaluran beras sepanjang 2026 meliputi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 66.463 ton, bantuan pangan beras periode Februari–Maret sebesar 32.146 ton, serta penyaluran untuk bencana dan kondisi darurat sebanyak 11.184 ton.