Penulis : Redaksi

Jakarta — Pangeran Harry menghadapi gugatan dugaan pencemaran nama baik dari Sentebale, lembaga amal Afrika yang ia dirikan sekitar 20 tahun lalu. Selain Harry, berkas pengadilan juga mencantumkan mantan anggota dewan pengawas, Mark Dyer, sebagai pihak tergugat.

Melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs Sentebale pada Jumat (10/4), kedua nama tersebut disebut sebagai “dalang” dari kampanye media negatif yang berdampak luas terhadap reputasi lembaga dan kepemimpinannya.

“Sentebale telah memulai proses hukum di Pengadilan Tinggi Inggris dan Wales,” demikian pernyataan yang disampaikan dewan pengawas dan direktur eksekutif, seperti dilaporkan Variety.

“Lembaga amal meminta intervensi, perlindungan, dan ganti rugi dari pengadilan menyusul kampanye media negatif terkoordinasi yang dilakukan sejak 25 Maret 2025 yang telah menyebabkan gangguan operasional dan kerusakan reputasi bagi lembaga amal, kepemimpinannya, dan mitra strategisnya.”

Pada Maret 2025, Pangeran Harry bersama Pangeran Seeiso dari Lesotho—sesama pendiri Sentebale—mengundurkan diri dari peran mereka. Sejumlah anggota dewan pengawas juga mengambil langkah serupa.

Pengunduran diri tersebut dilatarbelakangi oleh memburuknya hubungan dengan ketua dewan. Dalam pernyataan bersama saat itu disebutkan bahwa hubungan tersebut “telah rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi, menciptakan situasi yang tidak dapat dipertahankan.”

Dalam keterangan terbarunya, pihak Sentebale menyatakan bahwa dewan dan direktur eksekutif meyakini langkah hukum ini akan dipahami oleh pihak yang mendukung misi organisasi. Mereka juga menilai proses hukum tersebut sebagai langkah yang sulit, namun perlu dilakukan.

Di sisi lain, perwakilan dari Sunshine Sachs Morgan & Lylis yang berbicara atas nama Pangeran Harry dan Mark Dyer membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan.

“Sebagai salah satu pendiri Sentebale dan salah satu wali amanat pendiri, mereka secara tegas menolak klaim yang menyinggung dan merusak ini,” ujar perwakilan tersebut.

“Sungguh luar biasa bahwa dana amal sekarang digunakan untuk melakukan tindakan hukum terhadap orang-orang yang membangun dan mendukung organisasi ini selama hampir dua dekade, alih-alih diarahkan ke komunitas yang seharusnya dilayani oleh badan amal tersebut.”

Sebagai informasi, Sentebale didirikan pada 2006 oleh Pangeran Harry bersama Pangeran Seeiso dari Lesotho. Organisasi ini berfokus pada penanganan isu kesehatan kaum muda, ketimpangan ekonomi, serta ketahanan iklim di Lesotho dan Botswana.

Pangeran Harry mendirikan lembaga tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang ibunya, Putri Diana.