Penulis : Redaksi

Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai 5,52 juta orang. Angka ini meningkat 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa di tengah lonjakan jumlah penumpang, layanan penyeberangan tetap berjalan optimal. Kelancaran arus layanan tetap terjaga dengan distribusi trafik yang semakin merata di berbagai lintasan, termasuk saat periode puncak mudik dan arus balik.

“Capaian kelancaran layanan serta distribusi trafik yang semakin merata, bahkan pada puncak arus, merupakan hasil kesiapan operasional yang dirancang secara komprehensif sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. Optimalisasi armada yang didukung penguatan digitalisasi layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja penyeberangan tetap andal,” ujar Heru dalam keterangan resmi, Selasa (31/3).

Secara kumulatif sejak H-8 hingga H+8 Lebaran pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang atau naik 6,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang. Sementara itu, total kendaraan tercatat 1.215.273 unit atau meningkat 8 persen dibandingkan 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, lintasan Jawa–Sumatera–Bali tetap menjadi simpul utama pergerakan nasional. Berbagai langkah antisipatif diterapkan secara terukur, mulai dari pengaturan pola operasi kapal berbasis kebutuhan harian, penerapan skema Tiba-Bongkar-Berangkat saat terjadi kepadatan, hingga kebijakan stimulus berupa diskon tarif dan penerapan single tarif.

Keberhasilan ini juga didukung oleh koordinasi lintas sektor yang intensif. Heru menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam menjaga kelancaran layanan.

“Kami mengapresiasi kolaborasi erat Danantara Indonesia, BP BUMN, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemenko PMK, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kepolisian RI, TNI, BUMN transportasi, asosiasi penyeberangan, serta seluruh masyarakat pengguna jasa ferry,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan dinamika operasional yang terjadi setelah berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

“Pasca dibukanya kembali pembatasan tersebut, terjadi lonjakan signifikan kendaraan logistik yang masuk ke pelabuhan, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk dengan kondisi antrean 3–10 kilometer. Kondisi ini berdampak pada peningkatan antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” jelas Heru.

Secara akumulatif, jumlah penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatra pada periode 22 Maret hingga 30 Maret 2026 pukul 06.00 WIB (H sampai H+8) mencapai 814.821 orang atau 99 persen dibandingkan total penumpang yang berangkat dari Jawa ke Sumatra saat arus mudik (H-8 sampai H) sebanyak 822.950 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali dari Sumatra ke Pulau Jawa pada periode yang sama tercatat sebanyak 218.822 unit atau mencapai 100 persen dibandingkan jumlah kendaraan yang berangkat saat arus mudik sebanyak 219.183 unit.