Penulis : Redaksi

Jakarta — Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah serangan Israel ke Lebanon di tengah gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Langkah ini diambil hanya beberapa saat setelah Israel menggempur wilayah Lebanon pada Rabu (8/4) pagi waktu setempat. Iran menilai serangan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.

Penutupan jalur vital ini kembali memicu ketegangan di kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Selama periode gencatan senjata, Iran sebenarnya masih memberikan akses terbatas bagi kapal yang melintas. Namun, pelayaran harus melalui koordinasi dengan otoritas militer Iran.

Dalam praktiknya, hanya sedikit kapal yang diizinkan melintas. Bahkan, dilaporkan hanya dua kapal tanker yang berhasil melewati jalur tersebut setelah mendapatkan izin khusus dari pihak Iran.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan. Serangan Israel ke Lebanon memicu kecaman dari Iran dan dinilai dapat menggagalkan proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Selain berdampak pada stabilitas keamanan, pembatasan akses di Selat Hormuz juga berpotensi mengganggu distribusi minyak global dan memicu gejolak di pasar energi dunia.