Muaro Jambi, 4 April 2026 — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kediaman Ketua Pengcab Ferkushi Kabupaten Muaro Jambi di Desa Senaung, Minggu sore (04/04/2026). Namun di balik nuansa silaturahmi yang kental, tersimpan tekad kuat: mendorong olahraga Kurash keluar dari bayang-bayang dan berdiri sebagai kekuatan baru yang diperhitungkan di daerah.
Kegiatan halal bihalal yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri jajaran pengurus inti, di antaranya Sekretaris Dika, Bendahara Ahmad Yusuf, Kabid Binpres Muamar, serta Kabid Publikasi Hendri. Turut hadir Ketua Umum Ferkushi Provinsi Jambi, Johari, yang memberi sinyal tegas pentingnya akselerasi pembinaan Kurash di tingkat kabupaten.
Dalam sambutannya, Ketua Pengcab Ferkushi Kabupaten Muaro Jambi, Alamsyah, menegaskan bahwa momentum halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan ruang strategis untuk memperkuat soliditas organisasi.
“Ini bukan hanya soal saling memaafkan. Ini adalah momentum menyatukan langkah, memperkuat kebersamaan, dan memastikan Kurash benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai olahraga yang membanggakan,” tegas Alamsyah.
Ia juga menyoroti bahwa meski Kurash tergolong olahraga yang relatif muda dikenal di daerah, capaian prestasi yang telah diraih menjadi bukti bahwa Kurash tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Kurash memang belum lama berkembang di sini, tapi prestasinya sudah berbicara. Tinggal bagaimana kita memasyarakatkannya lebih luas dan membumikan semangatnya di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ferkushi Provinsi Jambi, Johari, dalam arahannya memberikan dorongan keras agar Kurash Muaro Jambi tidak berjalan di tempat. Ia menekankan pentingnya kerja nyata dan konsistensi pembinaan.
“Kurash harus tumbuh, bukan hanya dikenal. Muaro Jambi punya potensi besar. Jika dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin menjadi barometer Kurash di Provinsi Jambi,” ujar Johari dengan nada tegas.
Kegiatan ini menjadi penegas bahwa silaturahmi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan fondasi untuk membangun kekuatan kolektif. Di tengah tantangan pembinaan olahraga daerah, Ferkushi Muaro Jambi menunjukkan bahwa kebersamaan adalah senjata utama untuk menembus batas.
Sebagai informasi, Kurash merupakan olahraga bela diri gulat tradisional yang berasal dari Uzbekistan, Asia Tengah, dengan sejarah lebih dari 3.500 tahun. Olahraga ini menitikberatkan pada teknik bantingan menggunakan pakaian khusus, dengan tujuan menjatuhkan lawan hingga punggung menyentuh matras dalam posisi berdiri sebuah perpaduan antara kekuatan, teknik, dan kehormatan.
Dengan semangat yang terbangun dalam halal bihalal ini, Kurash di Muaro Jambi kini tidak lagi sekadar bertahan—melainkan bersiap melesat.
