Jakarta — Empat sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung. Meski demikian, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 19.00 WIB.
Selain merusak bangunan sekolah, bencana ini juga menyebabkan genangan air di Jalan Pemkab OKU Selatan. Tidak hanya itu, pohon tumbang di sejumlah ruas jalan antar desa sempat menghambat arus lalu lintas.
Empat sekolah yang terdampak meliputi PAUD Bunga Bangsa, TK Pembina Simpang Agung, SD Negeri 2 Simpang Agung, dan SD Negeri 7 Sinar Mulyo. Selain itu, puluhan lapak pedagang di Pasar Simpang juga dilaporkan mengalami kerusakan.
“Rata-rata fasilitas umum ini mengalami kerusakan pada bagian atap akibat puting beliung,” kata Heri, Minggu (5/4).
Ia menambahkan, angin puting beliung juga menyebabkan pohon tumbang di enam titik jalan utama antar desa, yakni di Desa Simpangan, Bungin Campang, Simpang Agung, Sinar Mulyo, Pelangki, dan Desa Mehanggin.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD setempat langsung menerjunkan personel untuk membersihkan puing-puing bangunan serta mengevakuasi pohon tumbang agar fasilitas umum dapat segera difungsikan kembali.
Selain itu, petugas juga disiagakan di sejumlah titik untuk memastikan akses jalan kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Saat ini proses pembersihan atap sekolah dan pohon tumbang sudah rampung. Aktivitas masyarakat kini kembali normal seperti semula,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di masa pancaroba yang ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem.
“Merujuk pada peringatan dini BMKG untuk dasarian 1-10 April 2026, wilayah OKU Selatan berada dalam status waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sehingga harus diwaspadai bersama,” ucapnya.
