Penulis : Redaksi

Jakarta — Ikan asin kerap menjadi lauk favorit masyarakat sebagai pendamping nasi. Rasa gurih dan aroma khasnya sering kali meningkatkan selera makan.

Namun, di balik kenikmatannya, terdapat sejumlah risiko kesehatan jika ikan asin dikonsumsi terlalu sering.

Ikan asin merupakan makanan berbahan dasar ikan yang diawetkan menggunakan garam. Proses ini membuat ikan asin memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan ikan segar.

Biasanya, ikan asin disajikan bersama nasi hangat dan sambal, bahkan dikombinasikan dengan berbagai jenis sayuran. Meski menggugah selera, konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama dalam jangka panjang.

Risiko Penyakit Akibat Keseringan Makan Ikan Asin

Kandungan garam yang tinggi dalam ikan asin menjadi faktor utama munculnya berbagai masalah kesehatan. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

1. Kanker Nasofaring

Salah satu risiko yang dapat muncul adalah kanker nasofaring. Berdasarkan jurnal yang terbit pada 2023, kanker ini merupakan keganasan sel skuamosa pada lapisan epitel nasofaring.

Konsumsi makanan yang diawetkan, termasuk ikan asin, disebut dapat meningkatkan risiko. Studi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin lebih dari tiga kali dalam sebulan dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring hingga 1,65 kali.

2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Mengonsumsi ikan asin secara berlebihan juga dapat memicu hipertensi.

Kandungan garam yang tinggi membuat asupan natrium meningkat. Jika dikonsumsi setiap hari, kondisi ini dapat memicu kenaikan tekanan darah.

Hal ini sejalan dengan penjelasan Cleveland Clinic yang menyebut konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah karena memengaruhi pembuluh darah dan jantung.

3. Gangguan Ginjal

Ginjal berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa metabolisme. Konsumsi garam berlebih dari ikan asin membuat ginjal harus bekerja lebih keras.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal.

4. Pembengkakan pada Tubuh (Retensi Cairan)

Asupan natrium berlebih juga dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh. Akibatnya, tubuh menahan lebih banyak air dari seharusnya.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memicu pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki dan tangan.

Selain risiko penyakit tersebut, konsumsi ikan asin juga perlu diwaspadai terkait potensi kontaminasi bakteri atau zat berbahaya, seperti formalin.

Karena itu, penting untuk menjaga pola makan tetap seimbang dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan tinggi garam, termasuk ikan asin.