Pemerintah Kuba buka peluang investasi
Di tengah tekanan ekonomi yang meningkat, pemerintah Kuba mulai membuka peluang baru untuk investasi.
Seorang pejabat ekonomi senior, Oscar Perez-Oliva, yang menjabat sebagai menteri perdagangan luar negeri sekaligus wakil perdana menteri, menyatakan bahwa Kuba kini membuka diri terhadap hubungan komersial dengan perusahaan Amerika Serikat.
“Kuba terbuka untuk menjalin hubungan komersial yang lancar dengan perusahaan-perusahaan AS dan juga dengan warga Kuba yang tinggal di Amerika Serikat serta keturunan mereka,” kata Perez-Oliva kepada NBC News.
Ketidakpuasan warga meningkat
Krisis listrik, kelangkaan makanan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan pokok memicu meningkatnya ketidakpuasan warga. Akhir pekan lalu, kantor Partai Komunis Kuba menjadi sasaran aksi protes warga yang memukul panci dan wajan pada malam hari sambil meneriakkan “Libertad” atau kebebasan.
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengakui bahwa pemadaman listrik yang berkepanjangan telah memicu ketidakpuasan masyarakat.
Namun, melalui unggahan di platform X, ia meminta warga tetap tenang dan tidak melakukan tindakan kekerasan.
“Yang tidak akan pernah dapat dipahami, dibenarkan, atau diakui adalah kekerasan,” kata Diaz-Canel.
Sementara itu, pemerintah Kuba juga telah membatasi penjualan bensin serta sejumlah layanan rumah sakit akibat kekurangan bahan bakar. Diaz-Canel sebelumnya juga mengakui bahwa pemerintahnya telah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait situasi tersebut.
Trump sendiri menyebut Kuba saat ini ingin mencapai kesepakatan dengan Washington. Ia mengatakan kemungkinan kesepakatan dapat terjadi setelah pemerintahannya menyelesaikan konflik dengan Iran.
“Saya pikir kita akan segera membuat kesepakatan atau melakukan apa pun yang harus kita lakukan,” ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

