Penulis : Redaksi

Jakarta — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memprediksi kepadatan pemudik lokal akan meningkat pada Minggu (22/3) atau H+1 Lebaran. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

“Justru besok ini akan padat aglomerasi itu. Jadi, mudik lokal dari Solo ke Semarang, Semarang ke Solo, dari Bogor ke Bekasi, itu kita antisipasi besok,” kata Agus di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/3), melansir Antara.

Agus menjelaskan, kepolisian telah mengantisipasi potensi kepadatan di berbagai wilayah, seperti Solo Raya, Semarang Raya, Malang Raya, hingga kawasan Jabodetabek dan Bali.

Upaya yang dilakukan antara lain menyiagakan pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di sejumlah titik. Petugas juga diminta tetap siaga untuk memantau kondisi lalu lintas, baik untuk pergerakan mudik lokal maupun perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kami mengharapkan seluruh petugas tetap stand by untuk memantau perjalanan daripada, baik itu mudik lokal, termasuk juga mudik yang dari Jakarta ke Jawa Tengah, Jawa Timur, pada saat di sana bersilaturahmi,” ujar Agus.

Selain itu, Polri bersama para pemangku kepentingan terkait juga telah mempersiapkan langkah menghadapi puncak arus balik Lebaran. Arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret 2026, dengan gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.

Sementara itu, kondisi lalu lintas pada hari pertama Lebaran dilaporkan relatif terkendali meski mobilitas masyarakat cukup tinggi.

“Update terakhir lalu lintas, baik yang berada di jalan tol dan di arteri, terkendali. Hari Lebaran, memang aktivitas mobilitas cukup tinggi, khususnya di Japek (Jakarta-Cikampek) yang mengarah ke KM 70,” tutur Agus.

Pada pukul 11.00 WIB, terjadi peningkatan arus kendaraan di ruas Tol Trans Jawa. Untuk mengurai kepadatan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek.

“Kami lakukan rekayasa lalu lintas agar supaya kendaraan yang dari Jakarta yang menuju ke Trans Jawa ini lebih lancar,” ujarnya.

Dari sisi keselamatan, Agus menyebut angka kecelakaan dengan korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 27 persen dibandingkan hari ke-8 Operasi Ketupat 2025. Sementara itu, jumlah kejadian kecelakaan juga turun 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini alhamdulillah tentunya akan kami pertahankan sampai nanti pada arus balik,” ucap Agus.