Jakarta – Fraksi Partai Golkar di DPR RI akan segera mengumumkan sosok pimpinan Komisi III DPR pengganti Sari Yuliati, yang belum lama ini dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sarmuji, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang berpeluang mengisi posisi Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Golkar. Pengumuman tersebut diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Bisa minggu depan, bisa,” ujar Sarmuji saat ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (4/2).
Sarmuji memastikan tidak ada kendala berarti dalam penunjukan pengganti Sari Yuliati. Menurutnya, calon pimpinan Komisi III dapat berasal dari internal komisi maupun dari komisi lain, selama memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
“Tentu ada syarat lain yang mungkin menjadi syarat tambahan, tetapi syarat utamanya dua tadi: satu, anggota DPR; dua, memiliki wawasan di bidang Komisi III,” jelasnya.
Saat ini, satu kursi pimpinan Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar masih kosong sejak Sari Yuliati diangkat menjadi Wakil Ketua DPR RI. Sari dilantik pekan lalu menggantikan Adies Kadir yang telah disetujui menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR, menggantikan Arief Hidayat yang memasuki masa pensiun.
Sari Yuliati merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR yang membidangi urusan hukum dan keamanan. Ia saat ini menjalani periode keduanya sebagai anggota DPR, setelah pertama kali terpilih pada periode 2019–2024.
Meski lahir dan besar di Jakarta, Sari dua kali terpilih sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, serta Kota Mataram.
Karier politik Sari dimulai sejak 2003. Ia merupakan lulusan Teknik Sipil Universitas Trisakti dan meraih gelar magister teknik dari Universitas Indonesia pada 2001. Selain itu, Sari juga menempuh pendidikan sarjana Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan lulus pada 2005. Saat ini, ia tengah menjalani program doktoral Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran.
Aktivitasnya di Partai Golkar dimulai pada 2004 sebagai bendahara organisasi sayap Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Dalam perjalanan karier politiknya, Sari kerap dipercaya menduduki posisi bendahara, termasuk saat ini sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, serta Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK per Juli 2024, total harta kekayaan Sari Yuliati tercatat sebesar Rp55.661.774.154 atau sekitar Rp55,6 miliar, menurun dibandingkan laporan tahun 2022 yang mencapai Rp61 miliar. Mayoritas aset tersebut berupa kepemilikan tanah yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor dengan nilai sekitar Rp47 miliar.

