Penulis : Redaksi

Al Jazeera melibatkan komentar dari Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, yang menyampaikan bahwa pengunjuk rasa merasa marah akibat kebrutalan aparat yang berkepanjangan. “Kasus pengemudi ojek online hanyalah satu contoh dari banyak insiden kekerasan yang dilakukan oleh polisi. Kasus serupa telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua Barat,” ungkap Usman.

Abigail Limura, pendiri platform sosial dan politik What Is Up, Indonesia?, menilai bahwa demonstrasi ini mencerminkan puncak frustrasi masyarakat akibat krisis ekonomi dan politik yang berlangsung selama berbulan-bulan. “Kami tengah berada dalam situasi ekonomi yang sulit, dengan pasar kerja yang melemah dan banyak orang yang di-PHK. Alih-alih menunjukkan empati, respons yang diterima sering kali menyakitkan,” tambahnya.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai elemen masyarakat juga melakukan aksi di sekitar gedung DPR/MPR, menyuarakan kritik terhadap kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat, salah satunya mengenai tunjangan rumah untuk anggota parlemen.