“Ini adalah operasi propaganda masif untuk membenarkan apa yang para pakar sebut sebagai aksi kinetik, yaitu intervensi militer terhadap negara berdaulat yang tidak mengancam siapa pun,” jelas Moncada.
Ia juga mengkritik klaim mengenai pengerahan kapal selam nuklir, menyebutnya “konyol” jika alasan yang digunakan adalah pemberantasan narkoba.
Sementara itu, Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Daryl Claude, mengkonfirmasi pengerahan kapal perang di lepas pantai Amerika Selatan. Seorang pejabat AS menginformasikan bahwa terdapat tujuh kapal perang dan satu kapal selam nuklir yang sudah berada atau akan segera tiba di wilayah tersebut, melibatkan lebih dari 4.500 personel, termasuk sekitar 2.200 Marinir.
Operasi ini diluncurkan setelah pemerintahan Donald Trump menuduh Maduro dan pejabatnya terlibat dalam perdagangan kokain. Menjawab langkah tersebut, Venezuela mengerahkan kapal perang dan drone untuk melakukan patroli di garis pantai serta merekrut ribuan anggota milisi guna memperkuat pertahanan nasional.

