Ahmad memanfaatkan kebijakan kampus dalam SK Rektor UIN Jambi Nomor 751 tentang Pendidikan yang memungkinkan kelulusan melalui publikasi ilmiah.
Artikel ilmiahnya berjudul Analysis of Pampeh Law in Sarolangun Customary Documents from the Perspective of Maqashid Sharia. Tulisan ini diterbitkan dalam Madania: Jurnal Kajian Keislaman Volume 28, Nomor 2, Tahun 2024, yang terindeks SINTA 2. Jurnal ilmiah tersebut dikelola UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu dan memenuhi kriteria kelulusan tanpa skripsi.
Ahmad Husairi berasal dari Sarolangun dan merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Dia menuturkan bahwa proses publikasi ilmiah bukan hal mudah dan memerlukan kesabaran serta ketelitian tinggi. Artikel ini ia tulis bersama Dr. Kholil Syuaib, Dosen UIN Jambi yang juga pembimbingnya.
Prosesnya meliputi penyusunan, pengajuan, review, proofreading, serta revisi sebelum akhirnya diterbitkan. “Setiap tahapan memberikan banyak pelajaran berharga”, ungkap Ahmad mengenai pengalamannya selama proses publikasi.

