“Sesar Lembang mampu memicu gempa berkekuatan 6,5 hingga 7, dan dampak terburuknya adalah magnitudo 7,” jelas Mudrik saat ditemui di Lembang, Minggu (24/8/2025). Ia juga menambahkan bahwa rentang waktu aktivitas gempa akibat Sesar Lembang terpantau sejak Juni hingga Agustus 2025, dengan tingkat magnitudo yang hingga saat ini tidak melebihi 3. Namun, ia tetap mengingatkan akan kemungkinan terjadinya gempa yang lebih besar.
“Gejala terkini menunjukkan adanya gempa-gempa kecil di sekitar kilometer 6, Ngamprah. Sebagai seorang ilmuwan, saya belum bisa memastikan apakah ini akan berpuncak pada gempa besar atau hanya berhenti pada gempa kecil. Namun, kedua kemungkinan tersebut ada. Kita harus siap siaga menghadapi skenario terburuk,” tegas Mudrik
Pekan lalu, wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diguncang gempa dangkal berkekuatan M1,8 pada Kamis (14/8). Saat itu, BMKG juga menekankan pentingnya mewaspadai Sesar Lembang.
“Aktivitas gempa di sore hari tersebut menjadi bukti bahwa Sesar Lembang adalah sesar aktif yang perlu diperhatikan,” kata Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya pada hari itu.

