Gubernur Al Haris mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Posyandu cenderung kurang optimal, terutama di pedesaan. Kegiatan Posyandu lebih sering dikaitkan dengan penilaian lomba ketimbang fungsi utamanya yaitu meningkatkan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, anak, serta mencegah stunting.
“Oleh karena itu, pemerintah meluncurkan program makanan bergizi gratis. Meski implementasinya belum merata, termasuk di Jambi, kita akan terus mengidentifikasi anak-anak kurang gizi di sekolah untuk mendukung program ini,” jelasnya.
Terkait pendidikan, Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu dari jenjang SD hingga SMK. Pembangunan ini akan dilakukan oleh Kementerian Sosial, dengan target satu sekolah per kabupaten dan tiga per provinsi.
“Lahan akan kami siapkan tahun ini, dan pembangunan segera dimulai. Fokus kita adalah anak-anak miskin dan kurang gizi. Standar gizi mereka akan terus dipantau,” kata Gubernur Al Haris.
Dalam bidang ekonomi, pemerintah juga akan membangun Koperasi Desa (Kopdes) untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Tahun ini ditargetkan sebanyak 80.000 Kopdes akan dibentuk. Kopdes ini bisa dikelola di bawah BUMDes, atau berdiri sendiri jika BUMDes belum tersedia. Setiap koperasi akan mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar Rp5 miliar, termasuk untuk operasional, kendaraan, dan peralatan.

