“Keramik belakang jebol, hancur. Lalu masuk airnya. Tidak bisa disetop lagi, kayak bom. Air masuk dari belakang karena ada parit kecil,” kata Desmayati saat ditemui di Jambi, Senin (31/03).
Air tidak henti-henti memasuki rumahnya hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Desmayati dan keluarganya berusaha menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan. Namun, derasnya air mengakibatkan lemari rusak, pakaian basah, dan sejumlah barang elektronik rusak.
Air sempat surut sebentar, katanya, tapi keesokan paginya hujan kembali datang. Rumah Desmayati pun dilanda banjir lagi.

Desmayati dan keluarganya pun tidak bisa mengikuti salat Idulfitri. Lagi pula, mereka tidak memiliki pakaian yang layak dan bersih untuk beribadah karena telah dilumuri lumpur banjir.

