Di awal mencoba menanam anggur, Bang Raden menceritakan bahwa ia sempat gagal.
Dari beberapa pohon yang distek, ada beberapa yang mati.
Tapi dengan perawatan yang tekun ia lakukan, saat ini ratusan pohon anggur tumbuh subur di pekarangan rumahnya.
Meski sudah sukses berkebun anggur, Bang Raden tidak pernah pelit ilmu.
Ia mengatakan, selama memiliki kebun anggur ini, sudah banyak mahasiswa hingga masyarakat biasa yang datang ke rumahnya untuk belajar berkebun anggur.
“Sering, ada mahasiswa UNJA, UIN. Kadang ada anak TK juga belajar ke sini. Jadi wisata edukasi,” kata dia.
Dirinya membantu dan berdiskusi, bagi siapa saja yang ingin belajar berkebun anggur.
Tidak hanya menjadi tempat wisata, Bang Raden juga menjual buah anggur hingga bibit pohon anggur bagi yang ingin mencoba memulai berkebun.
Sebagai tempat agrowisata yang sering dikunjungi masyarakat. Bang Raden berharap Pemerintah setempat bisa memberikan fasilitas untuk kebun anggur miliknya dapat menjadi pusat kegiatan berkebun anggur bagi masyarakat.

