“Kita perlu duduk bersama dengan pemerintah baik daerah dan provinsi untuk membahas apa yang menjadi temuan dilapangan yang bisa menyebabkan kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut, dan mencari solusi terbaik,” katanya.
Kemudian Hiswana Migas juga akan menjamin stok memasuki bulan suci Ramadhan atau puasa nanti kuota gas elpiji 3 kg di Provinsi Jambi bisa terjamin dan tidak terjadi kelangkaan sehingga masyarakat bisa mendapatkannya dengan mudah dan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di masing-masing kabupaten dan kota.
“Yang jelas untuk di Jambi HET gas elpiji 3 kg dijual para pangkalan senilai Rp18 ribu per tabung 3 kg,” kata Hafiz.
Untuk Provinsi Jambi saat ini data dari pihak Pertamina setempat bahawa jumlah pangkalan resmi penyalur elpiji 3 kg ada sebanyak 3.247 dan untuk realisasi penyaluran LPG 3 kg di wilayah Jambi per 21 Januari 2025 sekitar 5.067 Metrik Ton.
- al haris
- distribusi gas elpiji
- DPRD Provinsi Jambi
- gas elpiji subsidi
- gubernur jambi
- Hafiz Fattah
- Harga Eceran Tertinggi
- Harga Terjangkau
- HET
- Hiswana Migas
- jalur distribusi
- Kabupaten Bungo
- Kabupaten Tebo
- kelangkaan gas elpiji
- Ketua Hiswana Migas Jambi
- kuota gas elpiji
- Metrik Ton
- pangkalan gas elpiji
- pembenahan
- pemerintah provinsi jambi
- Pemprov Jambi
- penyaluran LPG
- Pertamina
- Ramadhan
- tabung gas elpiji 3 kg

