Jambi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendukung upaya efisiensi anggaran, salah satu yang dipangkas adalah uang perjalanan dinas.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan dirinya tak ambil pusing mengenai pemangkasan anggaran, lantaran pejabat di lingkup Pemprov Jambi selama ini sudah biasa melakukan konsultasi secara daring.
“Ya di PMK 29 tahun 2025 ini nantinya ada beberapa dana yang tidak ditransfer ke daerah, ada DAK ada DAU termasuk pemangkasan perjalanan dinas, dan juga ATK dan sebagainya. Saya rasa ya tidak apa-apa kan, saya rasa semua sudah siap loh pejabat kita di Jambi ini soal itu,” kata Al Haris.
Al Haris mengatakan Pemprov Jambi sudah banyak melakukan efisiensi anggaran seperti soal perjalanan dinas. Rata-rata para pejabat Pemprov Jambi sudah melaksanakan sesuatu hal yang sifatnya konsultasi ataupun ingin studi tiru bisa melalui daring.
“Hari ini kalau bicara konsultasi dan sebagainya, pejabat pejabat kita juga sudah bisa melalui aplikasi online kan, bisa daring dan sebagainya. Ya kan jadi saya rasa soal pemangkasan perjalanan dinas tak apa lah ya,” ujar Al Haris.
- al haris
- anak-anak Indonesia
- APBD 2025
- APBN
- aplikasi online
- ATK
- Covid-19
- daerah Jambi
- DAK
- DAU
- efisiensi anggaran
- Efisiensi Belanja
- FGD
- focus group discussion
- gubernur jambi
- Inpres
- Instruksi Presiden
- kajian
- kepentingan masyarakat
- konsultasi daring
- pejabat Pemprov Jambi
- pemangkasan anggaran
- pemangkasan APBD
- pemerintah provinsi jambi
- Pemprov Jambi
- pemulihan kesehatan dan ekonomi
- penghematan perjalanan dinas
- PMK 29 tahun 2025
- program Jambi
- program kerja
- publikasi
- seminar
- seremonial
- studi banding
- studi tiru
- uang perjalanan dinas

