Terlebih, sudah tersiar kabar jika tiga dari dua dosen yang menjadi otak pelaksanaan kongres sudah bersepakat untuk berbagi kekuasaan.
“Rekayasa kongres yang terstruktur dan sistematis ini harus segera dihentikan, karena berpotensi untuk melahirkan generasi penerus yang bermental culas,” tegas mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis ini.
Lebih lanjut, buntut dari masih berjalannya wacana kongres pada pelaksanaan Pemira Unja tahun 2025 ini, mahasiswa secara terang-terangan memberikan gelar King of Oligark pada dua dosen yang dianggap sebagai dalang.
“Gelar tersebut diunggah oleh akun @justicia.unja dan hingga saat ini sudah ditonton lebih dari 11 ribu kali dan terus bertambah setiap harinya. Hal ini tentunya menjadikan isu PEMIRA di universitas Jambi makin disorot tidak hanya didalam kampus akan tetapi juga di kancah nasional” tutup Harsa.

