Sosialisasi yang kurang efektif juga menjadi penyebab utama kegagalan ini. Bagaimana peternak bisa mematuhi aturan jika mereka sendiri tidak memahaminya?
Kita perlu berinvestasi dalam edukasi dan komunikasi yang efektif, menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan metode yang tepat sasaran. Bukan hanya sekedar memberikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman dan kesadaran bersama.
Penegakan hukum yang lemah juga menjadi batu sandungan. Sanksi yang tidak tegas dan proses yang tidak transparan hanya akan membuat para peternak merasa peraturan tersebut tidak serius. Kita butuh penegakan hukum yang adil dan konsisten, yang memberikan efek jera tanpa menimbulkan ketidakadilan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilannya.
Lebih dari itu, kita perlu melihat permasalahan ini secara menyeluruh PERDES yang baik harus mempertimbangkan kondisi lokal, memperhatikan karakteristik geografis, sosial, ekonomi, dan budaya Desa Sungai Udang.
Kita perlu menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan, yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberdayakan para peternak. Bayangkan, sebuah program pelatihan, akses pada teknologi dan informasi, atau fasilitas pengolahan limbah ternak yang memadai. Dengan memberikan dukungan dan solusi, kita dapat membangun kemitraan yang positif dan saling menguntungkan.

