Penulis : Redaksi

Kepala BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan pelaksanaan operasi kali ini merupakan langkah antisipasi awal yang krusial. Dengan prediksi cuaca yang lebih kering, maka perlu mempersiapkan segala upaya pencegahan sejak dini untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Operasi ini di Jambi direncanakan berlangsung selama 12 hari, dan diharapkan mampu meningkatkan curah hujan di wilayah-wilayah rawan kebakaran, mengurangi titik api, serta memastikan keberlangsungan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi Ibnu Sulistyono mengatakan selama operasi akan dilakukan penyemaian atau penaburan garam di awan yang berpotensi menghasilkan awan hujan.

Ia mengatakan frekuensi penyemaian garam ini akan berbeda setiap harinya. Penyemaian dilakukan di ketinggian empat ribu hingga tujuh ribu kaki

Pemilihan bulan Juni untuk modifikasi cuaca, menurutnya karena berdasarkan pantauan BMKG pada Juni di Jambi masih terdapat awan yang berpotensi menjadi hujan.