Warisan yang Ditumbuhkan
Banyak tokoh sastra yang mengenang Joko Pinurbo sebagai seorang guru dan mentor. Ari Prasetyo, seorang penyair muda, menyatakan, “Saya pertama kali mengenal sastra lewat buku puisi beliau. Puisi-puisi Joko Pinurbo mengajarkan saya bahwa sastra bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dipahami dalam kehidupan sehari-hari.”
Warganet di media sosial pun turut mengenang almarhum dengan mengungkapkan rasa terima kasih atas karya-karyanya yang tak lekang oleh waktu. Sebuah unggahan di Twitter yang berisi kutipan puisi Joko Pinurbo menjadi viral, dan banyak yang merasa bahwa kata-kata beliau memberi kedamaian dan pengertian lebih dalam mengenai hidup.
Kehilangan yang Mendalam
Kehilangan Joko Pinurbo adalah kehilangan besar bagi dunia sastra Indonesia. “Sastra Indonesia kehilangan salah satu bintang terbesarnya,” kata Dewi Setiawati, seorang penulis senior. “Namun, karya-karyanya akan terus hidup dan menginspirasi banyak generasi mendatang.”
Kepergian Joko Pinurbo mengingatkan kita akan pentingnya menghargai sastra dan kata-kata sebagai alat untuk menyampaikan makna yang lebih dalam tentang kehidupan. Meski beliau sudah tiada, warisan puisi yang ditinggalkannya akan terus menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang menghargai keindahan kata.

