Penulis : Redaksi

Saya membawa 4 lukisan berukuran lumayan besar. Lukisan Tiga Anak Kubu, lukisan Bunga Mawar, lukisan Kerbauku (Alhamdulillah sudah dipinang oleh Taufik Khaldi Kasatpol PP Tebo) dan lukisan Jerat Zikir, lukisan yang pernah lolos kurasi untuk dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta pada tahun 2017 lalu. Dan, satu-satunya utusan dari Provinsi Jambi, orang Bangko (Kabupaten Merangin).

Dan pagi ini, akhirnya Tuhan menjawab semuanya. Tujuh tahun lukisan “Jerat Zikir” berkelana. Berpameran di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta, berpameran di Hotel Novotel Jambi pada pameran PALAMJAMBE, dan dipamerkan pula di pameran seni rupa di Tebo.

“Jerat Zikir” yang menurut saya “sesuatu ” itu akhirnya pagi ini bertemu dengan jodohnya. Riyadi dengan bangga meminangnya.

Lukisan “Jerat Zikir” sejak saya amati ketika dipamerkan di Tebo cukup menyentuh hati saya, menggugah perasaan saya, kelak saya akan meminangnya.

“Entah kenapa, pagi ini, orang yang pertama saya chat adalah Alhendra Dy, teman pelukis yang berdomisili di Bangko Kabupaten Merangin, sepertinya Tuhan yang telah menuntun saya,” tuturnya pada Selasa, 30 Januari 2024.